Adanya dialog atau debat akidah tidak mengharuskan timbulnya sikap perumusuhan antarsesama manusia sebagaimana tercantum di dalam Al-Quran. Dialog antaragama harus menjadi jalan yang paling indah dalam mencapai kebenaran. Dan hendaknya isu pluralisme yang didengungkan akhir-akhir ini dipahami secara positif, bukan untuk membungkam kebenaran dan membiarkan umat manusia dalam kesesatan. Inilah sikap “dewasa”; “cerdas”; “terbuka pada kebenaran”; dan “modern”.
IZHAR AL-HAQ adalah karya klasik yang berusia hampir satu abad, yang telah meredam gelora kristenisasi para misionaris pada zamannya. Hal itu ditandai dengan ditemukannya distorsi di 7 tempat dan 40.000 kontradiksi ungkapan pada Alkitab (Perjanjian Baru & Perjanjian Lama). Khazanah Dialog Islam-Kristen-Yahudi di dunia, tidak akan lengkap tanpa kehadiran buku ini. Di Timur Tengah buku ini sudah dicetak lebih dari 33 kali dan sangat dikenal oleh pemerhati dari kalangan ilmuan, akademisi, dan pembaca. Ia juga banyak melahirkan para toko kristolog kenamaan abad ini.
IZHAR AL-HAQ adalah karya Syeikh Muhammad Rahmatullah bin Kalil ar-Rahman al-Kairanawi al-’Utsmani (9 Maret 1818 – 1 Mei 1891) nasabnya sampai pada Khalifah ‘Utsman ibn ‘Affan (kakeknya yang ke-34). Beliau adalah seorang tokoh kristologi Islam paling menonjol dalam dialog Islam-Kristen pada abad ke 19. Buku IZHAR AL-HAQ adalah karya monumentalnya yang paling terkenal di kalangan pemerhati debat Islam-Kristen.
Kemunculannya di dunia perdebatan membuat para pendeta merasa segan dan takluk pada kepiawaiannya. Merasa resah, Inggris memberikan 1000 rupee bagi siapa saja yang dapat menunjukan tempat persembunyiannya. Beliau pun keluar dari India dan berangkat menuju Mekah (1862 M).
Izhar Al-Haq di Wikipedia
Dikutip dan disalin dari : Izhar Al-Haq Cetakan Pertama, Penerbit Cendekia Sentra Muslim.
Mei 23, 2009 pukul 07:09
Assalamu Alaikum… Akhi’ any pdf…???…Sukron.
Juli 25, 2009 pukul 22:50
Wa’alaikumsallam.. Tidak ada.. Afwan..