Klarifikasi Nama-Nama dan Jumlah Injil

Ketahuilah bahwa mereka—para pendeta Kristen—telah membagi Alkitab kepada dua bagian. Bagian pertama merupakan Kitab yang sampai kepada mereka melalui perantaraan para nabi sebelum datangnya Nabi Isa as. Bagian kedua merupakan kitab-kitab yang ditulis berdasarkan ilham setelah Nabi Isa as Yang disebut pertama dinamakan Kitab Perjanjian Lama, dan yang disebut terakhir dinamakan Kitab Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru adalah seluruh Kitab dan surat-surat yang ditulis setelah Yesus Kristus. Perjanjian Baru mencakup kitab-kitab Injil dan yang mengikutinya, dimulai dari Injil Matius dan diakhiri dengan Wahyu kepada Yohanes. Penamaan “Perjanjian Baru” merupakan hasil ijtihad kaum Kristiani yang didasarkan kepada teks Yeremia 31:31-33 berikut ini. [33] Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikian firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, [32] bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka inkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikian finnan Tuhan. [33] Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikian firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Perjanjian Lama adalah kitab-kitab yang dinisbahkan kepada para nabi sebelum Nabi Isa as yang mencakup Kitab Taurat dan Kitab yang mengikutinya. Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah Kitab Perjanjian Lama; ada yang mengatakan seluruhnya 38 Kitab yang dimulai dengan Kitab Kejadian dan diakhiri dengan Kitab Maleakhi. Dalam Taurat kata “Perjanjian” atau dalam bahasa Arab al-’ Ahd berarti janji yang benar dari Allah kepada manusia.

Sedangkan kumpulan kedua Kitab itu dinamakan Bibel, kata Yunani, yang berarti Alkitab.

Masing-masing kitab itu dibagi lagi kepada dua bagian; ada yang disepakati kebenarannya oleh para pendahulu agama Kristen dan ada pula yang diperdebatkan.

Dikutip dari : Izhar al-Haq : Menelusuri jejak Kitab Suci lewat debat fenomenal / Syekh Muhammad Rahmatullah al-Kairanawi : penerjemah, Alimin, Nunu Burhanuddin. – Cet. 1 – Jakarta: Cendekia, 2003

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.